Monday, January 18, 2010

formspring.me

Ask me ANYTHING you want to ask! :) http://formspring.me/mediautami

Tuesday, December 01, 2009

Teardrops on My Guitar - Taylor Swift

Drew looks at me
I fake a smile so he won't see
What I want and I need
And everything that we should be

I'll bet she's beautiful
That girl he talks about
And she's got everything
That I have to live without

Drew talks to me
I laugh 'cause it's just so funny
I can't even see
Anyone when he's with me

He says he's so in love
He's finally got it right
I wonder if he knows
He's all I think about at night

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing
Don't know why I do

Drew walks by me
Can he tell that I can't breathe?
And there he goes, so perfectly
The kind of flawless I wish I could be

She better hold him tight
Give him all her love
Look in those beautiful eyes
And know she's lucky 'cause

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing
Don't know why I do

So I drive home alone
As I turn out the light
I'll put his picture down
And maybe get some sleep tonight

'Cuz he's the reason for the teardrops on my guitar
The only one who's got enough of me to break my heart
He's the song in the car I keep singing
Don't know why I do

He's the time taken up but there's never enough
And he's all that I need to fall into
Drew looks at me
I fake a smile so he won't see


Well, I think it's my song for now. :) ~M

Thursday, November 26, 2009

SMS dari Aktivis Pendidikan

Ada dua orang teman yang kirim SMS dalam waktu yang hanya selisih beberapa menit. Isi SMSnya:

Tpat d hari guru ni, 25nov 09, prjuangan aktivis” pendidikn membuahkn hsl yg menggembirakn. MA memutuskn bhw UN tdk akn mnentukn klu2san siswa. Dg bgitu 1 mslh krusial pend tlah trselesaikan n smoga mengantarkn Ind k arah kmajuan.

Jayalah Pendidikan Indonesia!!

Sbrkn sms ni k aktivis” n slrh rkan” mhasiswa.

Itu SMS asli tanpa aku gubah. Tapi kalau masih agak bingung bacanya, ini ‘translate’annya (yang aku tangkap):

Tepat di hari guru ini, 25 November 2009, perjuangan aktivis-aktivis pendidikan membuahkan hasil yang menggembirakan. MA memutuskan bahwa UN tidak akan menentukan kelulusan siswa. Dengan begitu 1 masalah krusial pendidikan telah terselesaikan dan semoga mengantarkan Indonesia ke arah kemajuan.

Jayalah Pendidikan Indonesia!!

Sebarkan SMS ini ke aktivis-aktivis dan seluruh rekan-rekan mahasiswa.

Kalau ngeliat isi SMS itu, emang ga ada yang aneh sih. Bahasa mudah dimengerti dan inti  SMSnya dapat tersampaikan. Tapi… Ada satu hal dari SMS itu yang ngebuat aku melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi: BERPIKIR. :p

Perhatikan kalimat pertama sampai ketiga:

…, perjuangan aktivis-aktivis pendidikan membuahkan hasil yang menggembirakan. MA memutuskan bahwa UN tidak akan menentukan kelulusan siswa. Dengan begitu 1 masalah krusial pendidikan telah terselesaikan…

WOW! Jadi bingung harus bangga atau malu. Bangga karena perjuangan para aktivis (masih aku pertanyakan sebenarnya ‘aktivis’ itu apa atau siapa sih?) membuahkan hasil, tapi malu karena sebenarnya belum ada solusi konkrit dalam mengatasi masalah pendidikan di Indonesia. Really don’t mean to hurt your feeling, wahai para aktivis pendidikan! :)

Aku juga pernah muda (baca: remaja a.k.a jadi siswa SMP dan SMA). Ketika dihadapkan dengan UN (Ujian Nasional), aku juga sangat berharap kalo UN ga jadi standar kelulusan buatku, bahkan berharap UN DIHAPUSKAN! Harapan (atau mimpi?) standard murid yang kecerdasan akademiknya biasa-biasa aja kan? Hehehe. Dulu mikirnya gini: ‘Cape-cape sekolah 3 tahun, masa hasilnya ditentuin dalam waktu 3 hari? It’s not fair at all!’. Kalau sekarang, aku ubah pemikiranku jadi gini: ‘Kalau emang belajar 3 tahun, kenapa takut sama 3 hari?’.

Banyak yang sependapat, tapi selalu ada alasan yang berusaha untuk mematahkanya, seperti beberapa ‘tapi’ di bawah ini:

  1. Tapi kalau 3 tahunnya ga maksimal, gimana?
  2. Tapi pas kuliah belum tentu juga ngambil jurusan yang sama kaya SMA. Jadi ngapain juga mata pelajaran jurusan dimasukin ke UN?
  3. Tapi tetap dag dig dug.
  4. Tapi nilai UN ga dipergunakan di perguruan tinggi.
  5. Tapi kemampuan antara siswa di desa dan di kota itu berbeda!

Hahaha. Alasan-alasan yang sebenarnya ga masuk di akal, bukan? Saatnya aku kasih pembelaan diri:

  1. Kalau 3 tahunnya ga maksimal, itulah gunanya bimbingan belajar, pengayaan, les, dan kawan-kawan yang inti fungsinya sama: review materi.
  2. Kalau mata pelajaran jurusan ga dimasukin ke UN, ngapain juga ada penjurusan di SMA? Bukankah yang ngebedain antara tingkat SMA dan tingkat-tingkat di bawahnya ada di penjurusan? Siswa SMA dianggap udah bisa memahami minat dirinya dalam karir. Kalau belum bisa, itulah gunanya guru pembimbing. :) Sayangnya, masih cukup banyak guru pembimbing yang ga capable dalam membimbing. Jadi ga heran kalau masih banyak siswa yang lost direction dan akhirnya jadi ‘penghianat’ jurusan di SMA atau SMKnya. Hehehe.
  3. Sepertinya wajar kalau menjelang ujian, selama dan sehebat apapun persiapan kita, ada perasaan deg-degan. Normal, sob!
  4. Namanya juga UN sebagai standar kelulusan, bukan standar masuk perguruan tinggi. Nilai UN emang ga ngaruh untuk masuk perguruan tinggi. Tapi bukankah ada istilah efek psikologis? Kalau kita bisa lulus UN dengan hasil yang memuaskan, kita jadi sedikit lebih percaya diri ketika tes masuk perguruan tinggi, bukan? Lagian kalau nilai UN digunakan untuk masuk perguruan tinggi, makin banyak aja pengangguran muda di Indonesia.
  5. Ini nih inti masalahnya. Banyak yang pengen UN ga dijadikan standar kelulusan karena ga sedikit siswa yang ga lulus. Sayangnya, dari sekian banyak siswa yang ga lulus, rata-rata berada di daerah yang cukup terpencil, at least kota kecil, bukan kota besar dan metropolitan seperti Jakarta. Kemampuan setiap orang memang berbeda. Jangankan yang beda ‘dunia’ seperti kota dan desa. Yang satu sekolah, bahkan satu kelas, saja kemampuannya ga selalu. Ada yang pintar, ada yang kurang pintar. Ada yang mudah mencerna ilmu, ada yang sedikit sulit menerima pelajaran. Bisa jadi faktor bawaan sih sebenarnya… Tapi kalo kita perhatikan, kita pasti sadar yang menjadi perbedaan utama dari mereka adalah: kualitas pendidikan, khususnya tenaga pendidik a.k.a guru.

Bangsa Indonesia sekarang punya kecenderungan malas untuk menggali sesuatu secara mendalam dan ga ngeliat hal secara holistik. Kalau diliat dari alasan-alasan di atas, sebenarnya yang jadi masalah utama dari pendidikan di Indonesia adalah kurangnya tenaga pendidik yang berkualitas. Berhubung aku calon guru pembimbing, jadi aku mau nunjukkin dari sisi guru pembimbing. Coba deh bayangin kalau guru pembimbing benar-benar bisa membimbing para siswanya dalam mengembangakan potensi diri yang dimiliki dan membantunya menemukan karir yang sesuai. Ketika seseorang memiliki tujuan, mereka akan fokus dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan semangat. Kalau mereka udah semangat, tinggal diarahin aja untuk belajar mata pelajaran yang dijadiin syarat lulus. Selain itu, guru pembimbing juga harus turun tangan kalau siswanya ada masalah. Hehehe. Emang ga mudah sih… Tapi bukan berarti ga bisa, kan? :)

UN dijadiin standar kelulusan ada bagusnya lowh! Siswa jadi rajin belajar! Iya kan? :p Mereka punya keinginan untuk lulus, even the laziest student! Mereka akan belajar demi dapat nilai yang melebihi standar kelulusan, kalaupun pas, yang penting lulus. Kalau UN ga dijadiin standar kelulusan, bisa jadi siswa akan santai. There’s nothing for them to fight for. Alhasil, nilai terakhir mereka jadi pas-pasan. Toh ga ada standar yang harus mereka lewati.

So, apa yang diberitakan SMS tersebut ga menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Malah bisa jadi memperparah kondisi pendidikan. UN bukan masalah. Yang jadi masalah adalah: Bagaimana agar para siswa siap secara intelektual, moral, dan fisik dalam menghadapi UN?

Aku tunggu saja berita gembira selanjutnya dari para aktivis pendidikan. :)

Correct if I’m wrong please.

~M

Saturday, July 11, 2009

Unparfait editing



Beberapa editan aku. :) Sorry kalo ga perfect... Namanya juga belajar. ~M

Thursday, June 18, 2009

Kereta Ekonomi Malam Ini

Pertama kalinya aku menikmati perjalanan menggunakan kereta ekonomi! Hahaha. Sempet sedikit sedih karena beda 1 menit dari keberangkatan ekonAC ke Bogor dari Manggarai, tapi setelah menunggu di stasiun selama setengah jam-an, aku bersyukur karena ga naik kereta ekonAC itu.

Tadi aku naik kereta ekonomi jam 7 malem. Jam 7 lebih dikit deh... Awalnya deg"an dan panik. Takut aja keretanya penuh sesak dan gelap. Masalahnya, kondisi fisik dan pikiran lagi ga terlalu baik dalam sikon seperti itu. Bisa bahaya tuh kalo kejadian... Untungnya waktu kereta datang aku dapat gerbong yang bisa dibilang ga terlalu penuh dan ga ada yang ngerokok, ga gelap pula. :)

Selang 2 stasiun, ada cukup banyak penumpang yang naik. Beberapa diantara mereka mau pindah ke gerbong sebelah yang kalo mau ke sana harus lewat aku. Ada satu orang yang aku liat sepertinya mau pindah juga. Karena dia bergerak di depan aku, otomatis aku ngeliat ke arah dia. Pas dia ngeliat balik, dia malah berhenti di sebelah aku, ga jadi pindah ke gerbong sebelah. Setelah aku pikir", ternyata orang itu lucu juga. Hehehe. Saat itu aku sangat berharap kereta mogok.

Sayang seribu sayang... Makhluk itu hanya berada di kereta untuk melewati 2 stasiun saja denganku. Huuaaa... Mr Earphoneku pergi...

Dia turun, ada bapak" yang ngajak ngobrol. Berhubung cukup asik, aku ladenin aja. Kami ngebahas tentang kuliah, BK, buku, bla bla bla...

Beliau: 'kalo jadi mahasiswa, harus jadi aktivis juga! Jangan cuma diem aja.'

Dari situ nyerempet juga tentang agama. Katanya sih waktu beliau kuliah dulu, beliau ikut HMI.

Beliau: 'kamu solatnya masih jarang atau gimana?'.
Aku: 'masih jarang sih, pak... Sering kebablasan dan males.'.
Beliau: 'bahaya itu... Harus ada yang mengingatkan untuk solat.'

Entah kenapa, ketika beliau bilang kaya gitu, otak aku langsung berasosiasi dengan satu nama. Hehehe. Kalimat yang kemudian keluar dari mulutku adalah...

Aku: 'Alhamdulillah udah ada yang ingetin qo, pak...'
Beliau: 'Siapa? Your boyfriend?'
Aku: (senyum malaikat)
Beliau: 'Iya?'
Aku: 'Bisa dibilang seperti itu...'

Hahaha... Maaf, maaf... Ga ada maksud untuk seperti itu sebenernya. I tried to make it short aja... Ternyata malah dibahas lagi sama beliau.

Beliau: 'Wah, bagus itu... Sekarang ini sulit menemukan dan mendapat cowok seperti itu. Yang bisa dan rajin mengingatkan kita untuk solat. Mereka itu langka. Kamu harus menjaganya. Dia itu baik. Harus kamu jaga untuk masa depan kamu.'

Kebayang dong suasana dalam hati aku gimana??? NGAKAK! Apalagi bapak" itu tanya cowok itu kuliah dimana? Angkatan berapa? Jurusan apa? Hihii... Senyam senyum setan aja aku! :D

Bapak" itu sempet bilang: Pas itu jaraknya... 3 tahun.

Huakakakkk... Seandainya gw naik pakuan express dan kosong, gw kayanya lari" dari satu gerbong ke gerbong yang lain.

Pas beliau mau turun, beliau bersedia meminjamkan koleksi buku"nya. Dia sih minta nomor HP, tapi aku kasihnya email: blacklisters@live.com
Emailnya beliau save di HPnya dengan nama: ICHA. Hahaha... ~M